
Bertindak sebagai pembina upacara, Bapak Tatan Setiawan, S.Pd menyampaikan amanat mengenai makna filosofis kebangkitan nasional sebagai proses dinamis yang terus menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa melupakan jati diri bangsa.
Beliau menjelaskan bahwa memasuki tahun 2026, tantangan bangsa mulai bergeser menuju reformasi di berbagai bidang kehidupan, terutama pendidikan, teknologi, dan penguatan karakter generasi muda. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan mampu terus berkembang mengikuti kemajuan zaman dengan tetap menjunjung nilai-nilai kebangsaan.
Dalam amanatnya juga disampaikan tema peringatan yang menekankan pentingnya menjaga tunas bangsa dalam kedaulatan negara. Tema tersebut merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi dan seluruh elemen bangsa melalui perlindungan serta pembinaan generasi muda sebagai penerus bangsa.
Selain itu, disampaikan pula pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat. Kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh keteguhan hati serta semangat rakyatnya dalam mencapai visi bersama.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya pendidikan dalam membangun masa depan bangsa. Semangat Hari Kebangkitan Nasional pun terus digaungkan agar seluruh warga sekolah semakin termotivasi untuk belajar, berkarya, dan berprestasi demi Indonesia yang lebih maju.
